Brand City Indramayu Kota Wisata Mulai terbentuk

Posted by Daihatsu Cikarang on 21.46

Brand City Indramayu Kota Wisata Mulai terbentuk Kesadaran branding tengah meraih puncaknya di Indonesia. Akhir-akhir ini, banyak pemda yang repot membuat serta mendesain logo tersebut dengan brandline-nya. Pemda repot untuk mendeskripsikan daerahnya, namun sayang sekali terkadang cuma ikutan tanpa ada diimbangi satu kesadaran branding yang ideal. 

Lucunya, ada yang dituangkan dalam gagasan periode panjang, ada juga yang cuma turut latah, kata wong dermayu “demenyar-demen barang sing anyar”. Selang ada lagi yang baru ya turut lagi trend yang baru itu, instan. Lebih-lebih, terkadang semasing daerah itu terjerat dalam konteks pariwisata. Mereka butuh bikin city branding cuma untuk mengundang beberapa wisatawan bertandang ke daerahnya itu. 

Kota yang Bahagia 
Kota, sejatinya adalah komune yang teratur. Baik dengan cara fisik, psikis, ataupun hubungan sosialnya. Kota jadi tempat lahir, tumbuh, serta mengembangnya peradaban. Di sinilah nilai-nilai disemai dalam histori yang panjang. 

Oleh karenanya, city branding tak dapat instan. Brand value yang di uraikan mesti lahir dari nilai yang mengakar pada orang-orang. Hingga, kiat branding itu, nanti bakal mengalir sesuai dengan kehidupan orang-orangnya. 

Orang-orang mesti dilibatkan, serta bahagia ikut serta didalamnya. Hingga mulai sejak awal orang-orang turut memetakan taraf prioritas potensi kotanya. Potensi paling strategislah yang bakal jadi pembuka jalan untuk bagian city branding setelah itu. 

Sampai kini, kesadaran city branding masihlah dengan cara organik, belum tumbuh. Pemerintah sendirian membuat semuanya. Serta orang-orang kaget dengan perubahan kotanya yang serba mendadak. Mengakibatkan, banyak kebijakan umum yang digagas pemerintah jadi penyebab permasalahan baru di orang-orang. 

City branding mesti memanusiakan komune yang ikut serta di dalamnya. Pikirkan, begitu ironisnya city branding “Enjoy Jakarta! ” yang sekalipun tak relevan saat macet serta banjir menempa. Bagaimana dapat enjoy, bila kotanya tak bahagia. Apakah “Enjoy Jakarta! ” cukup diukur dari berhasil pesta potongan harga besar-besaran yang satu tahun sekali dirayakan? Pasti tak. 

Nilai yang Unik 
Janganlah terjerat dengan pariwisata. Terdapat beberapa perspektif yang dapat dipakai untuk bangun city branding. Indramayu umpamanya, dapat tawarkan kelebihan kompetitifnya di bagian pendidikan serta pariwisata. Bila perspektif ini yang diambil, mungkin saja sarana pendukung edukasilah yang bakal diutamakan untuk diperkembang, daripada perbanyak hotel serta mol. http://www.andirofiek.web.id/2016/05/3-wisata-kota-indramayu-bikin-baper.html

Umpamanya jadikan Rimba Mangrove Karangsong sebagai aset branding untuk penelitian pengetahuan kelautan. Atau jadikan kesibukan nelayan serta petani sebagai aktivasi branding yang lebih mendidik, lewat cara melibatkan pengunjung pemula. Pasti dengan pendampingan serta taraf keterlibatan yang terarah. Sebab kenapa? Lantaran ke depan Indramayu bakal jadi kota mati, sesudah dibukanya jalur tol trans Jawa, Cikapali. 

City branding yang unik seperti ini, mesti selalu ditumbuhkan di Indonesia. Supaya kekayaan destination branding yang dipunyai Indonesia tak terjerat pada perspektif yang sama. Sebatas menginventarisasi website kuno, aset cagar budaya, kekayaan alam, varian kuliner, koleksi hotel serta mol, lantas telah terasa cukup untuk mempromosikannya dengan label city branding. 

Apabila ini yang berlangsung, jadi city branding yang dipunyai beberapa daerah di Indonesia, akan tidak pernah kompetitif saat bersanding dengan negara lain. Begitu disayangkan bukanlah! 

No High Heels di Website Purba Yunani. Sumber : Face Blog 
Untuk city branding yang memercayakan website kuno umpamanya, mungkin saja kita telah ketinggalan jauh dari Yunani. Pemerintah Yunani telah dapat menarik perhatian dunia, cuma dengan kirim pesan branding lewat larangan wisatawan menggunakan sepatu hak tinggi waktu berkunjung ke website kuno. 

Argumennya, hujaman hak tinggi itu lebih memiliki resiko mengakibatkan kerusakan batu website, bahkan juga di banding injakan kaki gajah. Hal sama juga dikerjakan oleh otoritas Roma. Mereka melarang pengunjung Colosseum membawa makanan serta minuman, lantaran bercaknya yang menempel di batu bakal susah dibikin bersih. 

Ketentuan itu sesungguhnya mengajarkan kalau dalam meningkatkan city branding, mesti memakai brand value yang unik. Lantaran nilai unik itu menempel pada aset branding yang butuh perlakuan spesial, jadi ketentuan itu lahir. Kesadaran brand value sejenis berikut yang baiknya ditumbuhkan. 

Hingga, nanti terkecuali membuat perlindungan aset branding, ketentuan itu sekalian juga jadi paparan kelebihan kompetitif, sekalian bangun kesadaran baru yang mengesankan. Serta kesan itu nanti bukan hanya sebagai pembeda, tetapi sebagai pelekat pesan branding dipikiran tujuan sasarannya. 

Pendekatan brand value yang unik sejenis berikut yang belum digali oleh nyaris semuanya daerah di Indonesia yang tengah gandrung kapilayu bangun city branding-nya. Karenanya, tak heran bila banyak aset branding berbentuk website atau kekayaan alam yang malah rusak oleh eksploitasi pariwisata yang serampangan. 

Walau sebenarnya, bila itu dikemas dalam perspektif penelitian keilmuan, malah bakal mempunyai nilai lebih yang semakin besar. Bukan sekedar finansial, tetapi juga reputasi baik yang mendunia. 

Bagaimana dengan Indramayu kota wisata
Saat beberapa daerah lain telah membenahi kotanya dengan city branding. Kabupaten di Pantura Jawa Barat ini jadi seolah cuek bebek, tidak perduli. 

Apakah memanglah belum sadar begitu utamanya membenahi kota dengan city branding atau memanglah telah bikin grand design city branding? Namun kok, bila benar. Saya sebagai warga Indramayunya belum tahu apa sih city branding yang dikenalkan? 

Logo Resmi Hari Jadi Indramayu 486, 487 serta 488 yang senantiasa beralih setiap th.. 
Hal semacam ini, dapat tampak dalam beragam logo tahunan lagi th. Indramayu yang masihlah berubah-ubah tanpa ada rencana yang pasti. Th. 2013, dengan brandline “Indramayu Remaja”, 2014 dengan no brandline, sedang th. kemaren 2015 brandline-nya yaitu “Majulah Indramayu”. 

Dahulu bahkan juga pada saat masihlah kecil, kita telah miliki brandline “Indramayu Mulia Asri, semakin ayu semakin berseri”. Nah, kok jadi tak diteruskan ya. Jadi ganti-ganti seperti orang lagi bingung saja, plin-plan. Tak Berkelanjutan. 

Pasti begitu disayangkan, walau sebenarnya branding yang legendaris serta dapat bertahun-tahun, beberapa puluh bahkan juga beberapa ratus th., tak nampak demikian saja. Namun mereka lakukan beberapa langkah yang terencana, terang, serta tidak sama dengan beberapa kompetitornya. 

Demikian pula supaya memiliki city brand yang kuat, satu daerah mesti mempunyai ciri-ciriistik spesial yang dapat diterangkan serta diidentifikasikan. Umpamanya terlihat fisik kota, pengalaman orang pada daerah itu, serta masyarakat seperti apa yang tinggal di daerah itu.

Nama Anda
New Johny WussUpdated: 21.46

0 komentar:

Posting Komentar

Most Wanted

CB